Puisi
Menaklukkan Rasa Sakit
Dalam dunia yang gelap
Nyatanya tidak semua memerlukan cahaya
Dalam hamparan yang bisu
Tudak semua telinga memerlukan alunan merdu
Mata menjadi menyala kepada apa yang telah bulat terkunci anak panah
Sayup-sayup musik tidak lagi penting
dalam hati telah bernyanyi lagu-lagu cambuk diri
Untuk bersujud kami berjuang
Melawan mata peluru dan anak panah bermesin
Hanya untuk bertamu ke rumah Tuhan kami
Satu langkah mungkin saja kami hanya mendapatkannya hari ini
Gerakan kecil membangunkan moncong meriam memilih kepala-kepala menempel tanah
Seperti kesiaan kalian terus menabur lelah memberikan sakit pada kaum kami
Tidak ada keraguan, tidak punya rasa takut
Berdiri diatas duri
sujud meski meteor menghujani
Menaklukkan Rasa Sakit
Dalam dunia yang gelap
Nyatanya tidak semua memerlukan cahaya
Dalam hamparan yang bisu
Tudak semua telinga memerlukan alunan merdu
Mata menjadi menyala kepada apa yang telah bulat terkunci anak panah
Sayup-sayup musik tidak lagi penting
dalam hati telah bernyanyi lagu-lagu cambuk diri
Untuk bersujud kami berjuang
Melawan mata peluru dan anak panah bermesin
Hanya untuk bertamu ke rumah Tuhan kami
Satu langkah mungkin saja kami hanya mendapatkannya hari ini
Gerakan kecil membangunkan moncong meriam memilih kepala-kepala menempel tanah
Seperti kesiaan kalian terus menabur lelah memberikan sakit pada kaum kami
Tidak ada keraguan, tidak punya rasa takut
Berdiri diatas duri
sujud meski meteor menghujani
Komentar
Posting Komentar